Social Icons

Pages

Senin, 17 Maret 2014

David Moyes, Dan Kampanye Fans ( Yang Katanya ) Sejati


Akhir pekan ini, tepat tanggal 16 Maret 2014 sebuah cerita besar terjadi di Old Trafford.


Bukan, bukan tentang aksi heroik Robin Van Persie yang mengobrak-abrik barisan pertahanan Liverpool yang dijaga Martin Skrtel, bukan pula sigapnya Rafael Da Silva mematikan laju Raheem Sterling disisi kanan pertahanan United, ini tentang bagaimana United seperti kembali ke kodratnya sebagai barisan pemain cupu tanpa arah selama 90 menit.


Ya, setelah merebaknya surat terbuka fans untuk sang manajer yang dielu-elukan seisi timeline, kembali Manchester United harus menerima kekalahan memalukan dari Liverpool, klub yang musim lalu masih menjadi bahan bully-an cabe-cabean Manchester United yang tak jarang akun facebooknya bernama “Youdhe ManchunianSelalu Untuk Selamanya”, sudahlah lupakan, mungkin ia mengantuk dan ogah ogahan membaca informasi apa itu arti Manchunian.


Diawal musim siapa fans United yang tak bahagia ketika David Moyes ditunjuk Sir Alex Ferguson untuk menggantikannya menahkodai klub sebesar United ? tak dipungkiri saya pun bahagia dan tak sabar menanti trofi demi trofi bertambah dilemari United Museum.


Sepak terjang Moyes di EPL sudah cukup membuktikan ia manager yang berkualitas, menelurkan banyak bintang seperti Ross Barkley, Maroune Fellaini hingga Leighton Baines, pemain yang sebelumnya sama sekali tak diincar klub klub berduit yang kini antri memburu tanda tangan mereka, kecuali Fellaini yang sudah menjadi pupuk bawang dibarisan lini tengah United.


Satu partai yang meyakinkan diawal musim, kemudian setelahnya ? United bermain seperti Everton Reserve yang sekonyong-konyong dipaksa bermain di Premiership, canggung dan bingung. Setelahnya bisa ditebak, United dipukul berkali-kali hingga bahkan klub medioker macam West Bromwich Albion sanggup mencuri 3 angka di Old Trafford dengan Morgan Amalfitano sebagai provokatornya.


Moyes adalah seorang yang paling santun di Liga Inggris pasca melatih United, baginya tamu adalah raja, dan 3 poin melayang adalah hal biasa, di konferensi pers ? seperti belakangan ini, ia hanya menyalahkan wasit yang tak memberi pinalti, wasit yang memihak klub lawan, dan baru sekali merasa bersalah ketika membuat United tersungkur ketika bersua Olimpiacos.


Jika ada yang patut disalahkan dengan panasnya situasi ruang ganti, buruknya performa dilapangan, dan kurangnya gairah menang United belakangan ini, siapa yang lebih patut disalahkan ? Wayne Rooney yang bertambah gemuk dan mulai berwarna hijau seperti Shrek ? atau Van Persie yang sudah mulai dimakan usia dan encoknya sering kambuh ? Rio Ferdinand yang lebih sering jualan topi daripada bermain bola ? atau mungkin Shinji Kagawa yang kesulitan beradaptasi dan berkompetisi dengan Adnan Januzaj ?


Tentu saja bukan mereka inti permasalahannya, Moyes adalah faktor utama yang seharusnya segera sadar dan angkat kaki sebelum menjadi public enemy fans cerdas yang tak mau ikut dalam kampanye #InMoyesWeTrust yang mungkin sebenarnya dipopulerkan oleh tim fans tim lain macam Chelsea, City, Liverpool, bahkan mungkin Hull City.


Jikapun ada yang berkata “Moyes itu pilihan Sir Alex Ferguson, jika Moyes disalahkan berarti kalian menyalahkan Sir Alex !?”.-- tentu saja Sir Alex pun salah dalam hal ini, memilih manager dengan pertimbangan muda, suka pemain muda, sama-sama berfaham sosialis dan berasal dari Skotlandia, tapi ternyata tak becus mengatur tim sehebat United.


Masihkan ingat ucapan “tak ada pemain yang lebih besar daripada klub itu sendiri” –maka tak ada juga manager yang lebih besar dari klub, klub adalah prioritas utama, manajer atau eks-manager yang berjasa besar membesarkan klub bukan santo yang tak pernah salah.

Semakin hari saya pribadi tak menyukai gaya kepelatihan Moyes.


Dipertandingan melawan Liverpool akhir pekan kemarin, coba saja cermati pergantian pemain yang dilakukan Moyes, jelas jauh dari kata efektif. Tak ada pemain subtitusi yang merubah gaya permainan United, mati gaya, kemudian dibully habis-habisan oleh Stevie G dan Clattenberg. Bahkan Liverpudlian pun sampai mengibarkan banner memalukan "David Moyes is a football genius". Memalukan.




Maka sudahilah sandiwara kalian pura-pura menjadi fans sejati Manchester United dengan hastag #InMoyesWeTrust, sebenarnya kalian ini fans United atau fans David Moyes ?


Fans loyal bukan diukur dari banyaknya hashtag serupa ketika United selesai bertanding, tapi dari berapa uang yang kalian habiskan membeli tiket, jersey dan pernik di Megastore, versi kere-nya ya setidaknya pedulilah dengan nasib tim kalian kedepan, mau terseok-seok dan nir-gelar bertahun-tahun, atau membuat spekulasi baru hingga menemukan sosok ngotot dan haus gelar seperti Sir Alex, bukan manager yang targetnya hanya lolos Liga Champions.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates