Social Icons

Pages

Featured Posts

Selasa, 09 Desember 2014

Kamu, tempat aku pulang...


Jalan adalah mahaguru dari segala memori.

Perlahan tapi pasti, ia menggiring umat menuju altar penuh kesakitan, penyesalan, namun tak ada yang bisa dilakukan, pun sekedar menenggok kebelakang meski ada ingin berbalik arah.

Tak ada seorang pun yang ingin menyakiti, atau pun disakiti. Dianggap menelikung atau sebagainya...

Aku ingin pulang, kembali ke masa-masa menyenangkan, berdua saja, berjalan jauh tanpa tujuan.

Nanti...
Saat bahagiaku tak ada lagi yang menghalangi...

"This highway was grey with memories, white lines blurred my eyes like smoke
Gravel and pit and wrath and tears, I didn't care if I drove through rock, but someway you just hopped in...


And clouds fade and sun dive in...

I see now the road ahead of me, lead me to the place I want to be...
Put this right, I'll never want to, Go to places without you

Rest of my life, this much is true, You're the place I'll come home to...

I see now the road ahead of me, lead me to the place I want to be
Rest of my life, this much is true..

You're the place I'll come home to...


Kamu adalah rumah, tempat nantinya aku pasti kembali....

Senin, 10 November 2014

Indosat Assistant (PowerPoint)

Artikel ini berisi tentang Indosat Assistant, sebuah layanan aplikasi start-up yang dideveloperi oleh PT. Indosat Tbk.








Apabila ada revisi silahkan diedit sesuai kebutuhan dan keperluan.
link download indosat assistant powerpoint
-> https://www.dropbox.com/s/1o1es1fuxfui1p4/instant.ppt?dl=0

jika ada kerusakan link, mohon report-nya,

regards.

Senin, 29 September 2014

TETAPLAH BANGGA MENJADI HIJAU, SAUDARAKU

Ingatanku kembali saat menginjakan kaki di Stadion Tridadi, Sleman. Tempat yang mengajariku cinta pada sepakbola lokal.

Samar ingatanku hari ketika aku masih kecil, yang ku tahu lawan PSS Sleman kala itu adalah Persik Kediri, klub raksasa pada masanya.

Kita pernah memiliki legenda besar, seorang striker tajam, Marcelo Braga
Kita pernah juga memiliki palang pintu tangguh, Anderson Da Silva
Jangan lupa pula kreasi ajaib Deca Dos Santos dilini tengah.

Sejujurnya merekalah pemain yang membuatku ketagihan berangkat ke Tridadi menumpang pick up orang, asalkan penumpangnya juga memakai atribut berwarna hijau.

Makin hari di masa jayanya, kalian lah pilar satu satunya PSS Sleman yang loyal, tanpa batasan. Kalian tetap setia berteriak lantang bernyanyi ketika terik panas, pun hujan deras. Timpukan batu, hingga gas air mata bukan hal yang mampu mengalahkan kalian.

Kini, meski kalian adalah minoritas, rasa salutku tak surut.
Didera keterbatasan, jumlah massa, tekanan dari publik sendiri yang tak jarang mencibir kalian, kalian tetap sekumpulan orang hebat yang berjiwa kuat.

Saudaraku, tanpa kalian tak akan ada Sleman Fans, tanpa kalian Brigata Curva Sud tak akan sebesar sekarang, tanpa kalian PSS hanyalah 11 orang yang ‘hilang’ ditengah lapangan.
Kalianlah penghadir warna tersendiri bagi publik Sleman.
Kalian adalah cikal dari semua bakal anak anak yang akan mencintai PSS Sleman.




Tetaplah bernyanyi.
Tetaplah berkarya...jiwa-jiwa tak terkalahkan.